Klik Untuk Ke Laman Darulkautsar Indeks

Penutup

Download PDF

Penutup

 

Ibnu Umar R.A., menyebutkan di sebuah atsar shahih menceritakan tentang keadaan para sahabat, berkata: ‘Kami hidup beberapa lama di mana setiap orang dari kami mendapatkan iman sebelum Qur’an.”

Allah Ta’ala telah menyebutkan aqidah pada surat Al-Fatihah pertama kali, kedua ibadah dan baru kemudian tatacara hidup; yang menunjukkan tatacara hidup yang benar; sebagai pengaruh ibadah dan aqidah yang benar.

Dari sini kita harus mengutamakan aqidah dahulu kemudian ibadah dan baru tata cara hidup.

Hadits shahih menuturkan:

تتفرق أمتى على ثلاث وسبعين فرقة كلها في النار إلا واحدة

Artinya: “Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya dalam api neraka kecuali satu.”

Maka kita mencari aqidah milik golongan yang selamat ini, yang kita pegangi berupa adat, norma-norma dan tatacara hidupnya, kemudian kita menjalaninya dan berpedoman kepadanya.

Khomainisme dan seperangkat aqidahnya berbeda dengan aqidah kita, ibadahnya bukan ibadah kita dan tatacara hidupnya bukan tatacara kita, karena hal yang asasi bagi mereka adalah bagaimana selalu menyalahi dan menyalahkan kita. Alangkah anehnya orang-orang yang berada di dalam golongan yang selamat, lari dari surga menuju api neraka dan mengikuti selain jalan orang-orang beriman? Sebahagian orang yang kita sangka memiliki nalar, ternyata telah lenyap nalarnya dan tidak memahami akan bahaya Khomainisme, dan sebahagian lain yang kita sangka memiliki ilmu tidak mampu menampilkan bahaya Khomainisme (kepermukaan) hampir-hampir saja lenyap umat ini.

Oleh sebab itu kami mengajak orang-orang yang memiliki penalaran membuka mata terhadap bahaya Khomainisme dan juga kami mengajak para ulama’ untuk mengarahkan penanya dan lidahnya melawan Khomainisme.

Telah tiba waktunya bagi penyakit menular dan sesat ini menyingkir dari bum Islam, sudah saatnya pula bagi orang yang memerangi untuk diperangi, wajiblah ke atas umat Islam untuk menaklukkan Iran kembali ke aqidah yang murni, selain menghentikan ancaman bahayanya bagi umat.

Penulis dan pembicara bayaran yang masih saja menyesatkan umat dengan apa yang mereka tulis dan katakan, hendaklah mengetahui bahwa Allah akan menghisab segala kesesatan dan yang menyesatkan.

Sedang mereka tidak memiliki hujjah untuk membela Khomainisme dan pembelaan mereka berarti pengkhianatan kepada Allah, Rasulullah SAW., dan kaum muslimin.

Apakah mereka tidak melihat apa yang dilakukan Khomainsme dan pendukung-pendukungnya setelah jaya terhadap para pemeluk Islam? Apakah mereka mengetahui persekutuan Khomainisme dan pendukung-pendukungnya dengan setiap musuh Islam?

Tiba saatnya bagi yang memiliki pendengaran agar mendengar dan yang memiliki mata agar melihat, siapa yang belum mendengar sampai sekarang siapa Khomaini dan Syiahnya itu? Mereka itulah pembela Tatar, Moghul, kaum salib dan penjajahan yang muncul kembali, mereka membela setiap musuh Islam dan musuh kaum muslimin. Mereka melaksanakan dengan segenap kekuatannya apa-apa yang tidak mampu dilakukan oleh musuh-musuh Islam dan kaum muslimin. Hendaklah orang-orang mendengar dan melihat serta waspada terhadap bahaya besar ini.

Sekarang masih ada alasan bagi yang menghendakinya dan akan datang suatu hari di mana tidak diterima alasan dari seorangpun, maka orang-orang yang diam terhadap kenyataan, berpaling dari kebenaran serta orang-orang yang sesat dan menyesatkan tidak akan dapat beralasan, Rasulullah SAW., bersabda: “Allah Ta’ala berfirman:

من عاد لى وليا فقد آذنته بالحرب

Artinya: “Siapa yang memusuhi waliku (pembelaku) maka aku nyatakan perang (terhadapnya).”

Mereka, para pengikut Khomaini memusuhi pembela-pembela Allah dari kalangan sahabat dan selainnya, oleh karena itu tidaklah patut seorang muslim pun membela mereka dan bagaimana dia terperangkap tipuan mereka? Dan bagaimana dia condong pada mereka. Padahal Allah SWT., berfirman;

وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ

Artinya: “Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang dzalim, yang menyebabkan kamu disentuh api neraka.”

Mereka para pengikut Khomaini adalah orang-orang zhalim. Di antara kezhalimannya adalah menzhalimi Abu Bakar dan Umar. Bagaimana patut seorang muslim menjadikan mereka teman, sedang Allah Ta’ala berfirman:

وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Artinya: “Dan demikianlah kami jadikan sebagian orang-orang zhalim itu menjadi teman bagi sebahagian yang lain, disebabkan apa yang mereka usahakan.” (Q.S al-An’am : 129)

Sesungguhnya tidak ada yang membela mereka kecuali orang zhalim. Siapa yang rela mengzhalimi Abu bakar, Umar, Utsman, Abu Ubaidah, Thalhah dan Zubair? Siapa yang rela menjadi front penentang sahabat dan ahli Ijtihad dari umat ini? Siapa yang rela diperalat oleh orang-orang yang menghalalkan darah dan harta benda kaum muslimin. Apakah orang-orang ini tidak melihat bahwa 1/3 penduduk Iran adalah Sunni? Apakah mereka tidak melihat apa yang dilakukan terhadap Ahlus Sunnah Wal Jamaah di Libanon baik orang-orang Libanon atau orang-orang Palestina? Apa mereka tidak melihat apa yang dilakukan oleh sekutu setia Iran Hafidz Asad terhadap Islam dan kaum muslimin? Tidakkah ini cukup untuk dipikirkan, apakah setelah ini masih ada alasan bagi orang-orang yang tertipu? Bukankah orang-orang yang tertipu telah menghukumi diri sendiri bahwa mereka adalah musuh-musuh umat ini, musuh-musuh bangsanya, negerinya dan mereka telah bersekongkol atas masa depan pengikut-pengikutnya, tidakkah mereka mau bertaubat?

Duhai Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu dari kejahatan Khomaini dan Khomainisme serta dari orang-orang yang membela, mendukung, bersekutu dan bekerja sama dengan mereka, amin duhai ya Allah dan selawat sejahteramu bagi Nabi Muhammad SAW.

Download PDF

Check Also

V. Taqiyah Dan Senjata.

V. Taqiyah Dan Senjata.   Sebagian Syiah menggunakan taqiyah lebih daripada batas yang dibolehkan syariah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *