Home / darulkautsar.net / Bahaya Syiah / TOKOH-TOKOH DAN GERAKAN SYIAH / IV. Kemunduran Kebangkitan Islam.
Klik Untuk Ke Laman Darulkautsar Indeks

IV. Kemunduran Kebangkitan Islam.

Download PDF

IV. Kemunduran Kebangkitan Islam.

 

Dunia Islam, sebelum munculnya Khomaini, berada di perjalanan kembali ke arah Islam. Mulailah bangsa-bangsa di dunia mendengarkan perkataan/ajaran Islam yang murni, kemudian datang Khomaini sebagai teladan terburuk bagi percontohan praktis Islamis di atas bumi Islam. Khomaini berbicara di panggung dunia dengan pembicaraan yang tidak masuk akal dan mengajak mereka kepada Islam yang eksotis (aneh). Kita telah melihat contoh-contohnya di pasal 1, hal itu mempengaruhi kebangkitan Islam dan mempengaruhi persiapan orang-orang non Islam dan mempengaruhi persiapan orang-orang non Islam untuk mendengar kalimatul haq (perkataan yang benar). Jadilah Khomainisme sebagai kemunduran kebangkitan Islam, penghancur cita-cita para Da’i Islam dalam mengajak kepada dunia baru. Justru hampir saja upaya para pelaku kebaikan dan para pembaharu akan memetik buahnya (hasil karyanya). Khomaini telah menggoncangkan naluri manusia yang menimbulkan kelabilan dan kebingungan, karena ia berbicara kepada naluri tanpa rasio dan tidak bisa diterima. Dia menjadikan fanatisme madzhab suatu pasal dalam undang-undangnya dan melarang minoritas Sunni mempraktekkan hak-hak manusia yang paling sederhana sekalipun, terlihat di seluruh Taheran; tidak satu masjid pun bagi Ahli Sunnah Wal Jamaah.

Dengan ini dunia bisa melihat betapa sempitnya wawasan mereka di dalam melaksanakan Islam, sampai-sampai tidak memberi kesempatan kepada orang-orang yang berbeda madzhab untuk membangun masjid, apa jadinya dengan selain muslimin. Bila diperhatikan, Khomainisme memperbaharui kebiasaaan “Shofawiyah” dalam memaska anak-anak yang belum baligh maju ke front tentera penyerbu, bisa dibayangkan sejauh manakah Khomainisme tidak memperhatikan anak kecil yang dianggap oleh seluruh manusia sebagai tetapnya eksistensi manusia. Bila diperhatikan, Khomainisme menutup telinganya terhadap seluruh ajakan/seruan damai dengan meningkatkan kekuatan, berarti menyalahi firman Allah Taala:

 

وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ

Artinya:

 

“Jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kamu kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah’.

 

Jika halnya demikian, dunia akan melihat pelaksanaan Islam dengan ejekan/penghinaan. Dunia telah merasakan betapa pahitnya peperangan itu dan merindukan perdamaian.

Share...Tweet about this on TwitterPrint this pagePin on PinterestShare on LinkedInShare on FacebookShare on Google+Digg this
Download PDF

Check Also

Penutup

Penutup   Ibnu Umar R.A., menyebutkan di sebuah atsar shahih menceritakan tentang keadaan para sahabat, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>