Home / darulkautsar.net / Bahaya Syiah / TOKOH-TOKOH DAN GERAKAN SYIAH / 7. Sikap Syiah Terhadap Ahlus Sunnah Wal Jamaah.
Klik Untuk Ke Laman Darulkautsar Indeks

7. Sikap Syiah Terhadap Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

Download PDF

vii. Sikap Syiah Terhadap Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

 

Syiah Al-Itsna Asyariyah menganggap setiap orang yang tidak percaya kepada Imam Syiah dan kema’shuman mereka sebagai NASHIBY (Penentang Ali) haram masuk surga dan akan disiksa ke dalam neraka. Di antara doktrin yang disebutkan dalam buku-buku mereka, dijadikan sandaran bagi karangan-karangan Khomaini sebagai keharusan menentang Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Memang benar ini muncul sebagai awal rangkaian kewajiban mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah. Tetapi Qur’an yang mana? Sedangkan Qur’an mereka telah menyimpang, dan sunnah yang mana? Sedangkan sunnah mereka hanya yang berlaku di kalangan Syiah sendiri. Lihatlah nukilan pendapat Khomaini di dalam risalahnya “Al-Taadul Wa Al-Tarjih”, ketika membahas berita-berita yang berkaitan dengan menyalahi “AAMAH” (Ahlus Sunnah Wal Jamaah), dia berkata:(1) “Terdapat dua kelompok, pertama. berhubungan dengan dua khabar yang saling bertentangan, dan kedua: yang mengharuskan menyalahi mereka (Ahlus Sunnah Wal Jamaah) dan meninggalkan khabar yang sependapat dengan mereka secara mutlak.”

Setelah membawakan sejumlah riwayat berbeda-beda yang dinisbatkan kepada Ahlul Bait berkenaan dengan kewajiban menyalahi Ahlus Sunnah Wal Jamaah, Khomaini melanjutkan kata-katanya: “Tidaklah sunyi kejelasan argumentasi khabar-khabar in bahwa menyalahi Aamah  dikuatkan (didukung) dalam dua khabar yang bertentangan ini, dengan setelah memperhatikan sanad salah satunya, bahkan sebagian sudah jelas dan kemasyhuran kandungannya di kalangan para pemuka, lebih dari itu penguatan ini merupakan yang berlalu di seluruh bab-bab Fiqh dan lidah para ahli Fiqh”, kemudian Khomaini mengakhiri perbahasan fiqhnya dalam masalah ini dengan perkataan: “Maka kesimpulan yang kita sebutkan di awal pembahasan sampai di sini, bahwa penguatan yang otentik terbatas pada dua perkara: (Muwafaqatul kitab was Sunnah Wa Mukhalafatul Aammah) Sesuai dengan kitab dan sunnah dan menyalahi Aammah.(2)

Hendaklah diketahui oleh para pemuda Ahlus Sunnah Wal Jamaah dari umat ini, bagaimana pandangan Khomaini terhadap Ahlus Sunnah Wal Jamaah pada umumnya dan hendaklah mereka berhenti mengaguminya karena tipuannya dan tipuan para pengikutnya, mereka itu hanyalah penyeru kesesatan dan penyeru kepada api neraka, padahal Allah Ta’ala berfirman:

وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ

Artinya: “Ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku.”

Mereka itu memerintahkan pengikut-pengikutnya harus menyalahi fatwa para Imam ahli ijtihad seperti: As Syafi’i, Malik, Ahmad bin Hanbal, Abu Hanifah, As-Tsauri dan Al Awza’i, bahkan memerintahkan pengikut-pengikutnya agar menyalahi Alim Ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan menganggap  hal itu sebagai tanda akan benarnya jalan dan selamatnya tujuan. Mereka memandang  Ahlu Sunnah Wal Jamaah agar diperlakukan seperti memperlakukan Yahudi dan Nashrani dalam keharusan menyalahi, sebab tidak ada nash dari kitab, sunnah ataupun ijma’.

 

__________________________

  • At Taadul Wa At Tarjih, hal. 80-81, risalah berbahsa Arab dicetak di tengah-tengah suratnya di Teheran.
  • At Taadul Wa At Tarjh, hal. 82.
Share...Tweet about this on TwitterPrint this pagePin on PinterestShare on LinkedInShare on FacebookShare on Google+Digg this
Download PDF

Check Also

Penutup

Penutup   Ibnu Umar R.A., menyebutkan di sebuah atsar shahih menceritakan tentang keadaan para sahabat, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>